Tampilkan postingan dengan label Seni Rupa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seni Rupa. Tampilkan semua postingan

Minggu, 21 Februari 2016

Makalah - Seni Kontemporer

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Ilmu pengetahuan dan teknologi pada saat ini berkembang dengan  sangat pesat.  Seiring dengan hal tersebut, system pendidikan mengalami perkembangan dan pembaharuan. Untuk memperlancar tujuan yang akan dicapai dalam pendidikan dan untuk mendukung proses belajar mengajar diperlukan sarana dan prasarana yang memedai. Salah satunya adalah perlu dikembangkannya pendidikan dalam Seni dan Budaya. Hal ini dikarenakan Seni dan Budaya merupakan perluasan dan pendalaman dalam bidang seni di Indonesia. Seni menjadi sumber gagasan masyarakat untuk menghasilkan  karya Seni dan Budaya yang beragam. Seni berkembang seiring dengan kemajuan zaman yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk memajukan karya seni di Indonesia. Maka untuk mencapai tujuan tersebut, pemakalah akan membahas tentang seni yang berkembang mengikuti zaman atau yang lebih dikenal sebagai Seni Rupa Kontemporer.
B.     Rumusan Masalah
Rumusan masalah dalam makalah ini adalah sebagai berikut:
1.      Apa yang dimaksud dengan seni rupa kontemporer?
2.      Bagaimana ciri-ciri seni rupa kontemporer?
3.      Bagaimana aliran-aliran seni rupa kontemporer?
4.      Bagaimana apresiasi karya seni rupa kontemporer di Indonesia?

C.    Tujuan Penulisan
Sejalan dengan rumusan masalah diatas, maka tujuan penulisan dari makalah ini adalah sebagai berikut:
1.      Untuk mengetahui maksud dari seni rupa kontemporer.
2.      Untuk mengetahui ciri-ciri seni rupa kontemporer.
3.      Untuk mengetahui aliran-aliran seni rupa kontemporer.
4.      Untuk mengetahui apresiasi karya seni rupa kontemporer di Indonesia.



BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertain Seni Kontemporer
Seni Kontemporer adalah salah satu cabang seni yang terpengaruh dampak modernisasi. Kontemporer itu artinya kekinian, modern atau lebih tepatnya adalah sesuatu yang sama dengan kondisi waktu yang sama atau saat ini; jadi seni kontemporer adalah seni yang tidak terikat oleh aturan-aturan zaman dulu dan berkembang sesuai zaman sekarang. Lukisan kontemporer adalah karya yang secara tematik merefleksikan situasi waktu yang sedang dilalui. Misalnya lukisan yang tidak lagi terikat pada Rennaissance. Begitu pula dengan tarian, lebih kreatif dan modern.
Kata “Kontemporer” yang berasal dari kata “co” (bersama) dan “tempo” (waktu). Sehingga menegaskan bahwa seni kontemporer adalah karya yang secara tematik merefleksikan situasi waktu yang sedang dilalui. Atau pendapat yang mengatakan bahwa “seni rupa kontemporer adalah seni yang melawan tradisi modernisme Barat”. Ini sebagai pengembangan dari wacana Pascamodern (postmodern art) dan pascakolonialis-me yang berusaha membangkitkan wacana pemunculan Indegenous Art (seni pribumi). Atau khasanah seni lokal yang menjadi tempat tinggal para seniman.
Menurut Yasraf Amir Piliang pengertian seni kontemporer adalah seni yang dibuat masa kini, jadi berkaitan dengan waktu. Sedangkan seni postmodern adalah seni yang mengumpulkan idiom-idiom baru. Lebih jelasnya dikatakan bahwa tidak semua seni masa kini (kontemporer) itu bisa dikategorikan sebagai seni posmodern, seni posmodern sendiri di satu sisi memberi pengertian, memungut masa lalu tetapi di sisi lain juga melompat ke depan (bersifat futuris). Seni rupa kontemporer menentang modernisme Barat.
Seni Kontemporer adalah perkembangan seni yang terpengaruh dampak moderenisasi dan digunakan sebagai istilah umum sejak istilah Contemporary Art berkembang di Barat sebagai produk seni yang dibuat sejak Perang Dunia II. Istilah ini berkembang di Indinesia seiring beragamnya teknik dan medium yang digunakan untuk memproduksi suatu karya seni, juga karena telah terjadi suatu percampuran antar praktek suatu disiplin yang berbeda, pilihan artistic, dan pilihan presentasi karya yang tidak terikat batas-batas ruang dan waktu.
B.     Ciri-ciri Seni Rupa Kontemporer
Ciri-ciri seni kontemporer antara lain sebagai berikut:
1.      Tiadanya sekat antara  berbagai disiplin seni, alias meleburnya batas-batas antara seni lukis, patung, grafik, kriya, teater, musik, anarkis, omong kosong, hingga aksi politik.
2.      Konsep penciptaannya tetap berbasis pada sebuah filosofi, tetapi jangkauan penjabaran visualisasinya tidak terbatas.
3.      Tidak terikat pada pakem-pakem tertentu dan aturan-aturan zaman dahulu, tetapi berkembang sesuai zaman.
4.      Mempunyai gairah dan nafsu moralistic yang brerkaitan dengan matra sosial dan politik sebagai tesis.
5.      Seni yang cenderung diminati media massa untuk dijadikan komoditas pewacanaan sebagai aktualitas berita yangfashionable.
6.      Mengutamakan jenis seni media baru seperti instalasi, performance, fotografi, video, seni serat dan menerima seni kriya dan seni popular.
7.      Isu-isu yang diwacanakan seni rupa kontemporer misalnya :  jender, HAM, multikultural, budaya etnik, lingkungan hidup, buruh migran, diaspora, dan lain-lain
Tafsiran lain mengenai ciri praktek seni kontemporer di Indonesia yaitu sebagai berikut:
1.      Dihilangkannya sekat antara berbagai kecenderungan artistik yang ditandai dengan meleburnya batas-batas antar seni visual, teater, tari dan musik.
2.      Intervensi disiplin ilmu sains dan social, terutama yang dicetuskan sebagai pengetahuan popular atau memanfaatkan teknologimutakhir.
Istilah ini dianggap bisa menyartai sebutan seni visual, music, tari dan teater. Meskipun di Barat, istilah Contemporary Art biasa digunakan untuk menyebut praktek seni visual yang sesuai dengan kebutuhan kegiatan Museum maupun lembaga pencetus nilai seperti Galeri Seni dan Balai Lelang.
C.    Aliran-Aliran Seni Rupa Kontemporer
Berikut ini adalah beberapa aliran dalam seni rupa kontemporer yaitu:
1.      Aliran Neo-Klasik
Pecahnya revolusi Prancis pada tahun 1789,merupakan titik akhir dari dari kekuasaan feodalisme di Prancis yang pengaruhnya terasa juga ke bagian-bagian dunia lainnya. Revolusi ini tidak hanya perubahan tata politik dan tata social, tetapi juga menyangkut kehidupan seni. Para seniman menjadi bebas dalam memperturutkan panggilan hati masing-masing, di mana mereka berkarya bukan karena adanya pesanan, melainkan semata-mata ingin melukis saja.
Maka dengan demikian mulailah riwayat seni lukis modern dalam sejarah yang ditandai dengan individualisasi dan isolasi diri. Jacques Louis David adalah pelukis pertama dalam seni rupa modern. Pada tahun 1784, David melakukan ’’sumpah Horatii”. Lukisan ini menggambarkan Horatius, bapak yang berdiri di tengah ruangan sedang mengangkat sumpah tiga anak laki-lakinya yang bergerombol di kiri, sementara anak perempuannya menangis di sebelah kanan. Lukisan ini tidak digunakan untuk kenikmatan, melainkan untuk mendidik, menanamkan kesadaran anggota masyarakat atas tanggung jawabnya terhadap negara.
J.L. David merupakan pelopor aliran Neo-klasik, dimana lukisan neo-klasik bersifat rasional, objektif, penuh dengan disiplin dan beraturan serta bersifat klasik.
2.      Aliran Romantisme
Aliran romantisme merupakan pemberontakan terhadap aliran neo-klasik, dimana Jean Jacques Rousseau mengajak kembali pada alam, sebagai manusia yang tidak hanya memiliki pikiran tetapi juga memiliki perasaan dan emosi. Lukisan-lukisan romantic cenderung menampilkan
a)      Hal yang berhubungan dengan perasaan seseorang (sangat ditentang dalam aliran Neo-klasik).
b)      Eksotik, kerinduan pada masa lalu.
c)      Digunakan untuk menggugah perasaan dari penontonnya.
d)     Kecantikan dan ketampanan selalu dilukiskan.

3.      Aliran Realisme
Realisme merupakan aliran yang memandang dunia tanpa ilusi, mereka menggunakan penghayatan untuk menemukan dunia. Salah seorang tokoh realism yang bernama Courbet dari Perancis mengatakan, ”tunjukanlah kepadaku malikat, maka aku akan melukisnya”, artinya dia tidak akan melukis sesuatu yang tidak ditunjukan kepadanya. Aliran realism selalu melukiskan apa saja yang dijumpainya tanpa pandang bulu dan tanpa adanidealisasi, distorsi atau pengolahan-pengolahan lainnya. Gustave Courbet (1819-1877) memandang bahwa lukisan itu pada dasarnya seni yang kongkrit. Lukisan-lukisan Courbet selalu menampilkan kenyataan hidup yang pahit.  
4.      Aliran Naturalisme
Aliran naturalism adalah aliran yang mencintai dan memuja alam dengan segenap isinya. Penganut aliran ini berusaha untuk melukiskan keadaan alam, khusunya dari aspek yang menarik, sehingga lukisan naturalism selalu bertemakan keindahan alam dan isinya. Monet meruapakan salah satu tokoh pelukis naturalism, tetapi terkadang lukisannya mendekati realisme. Meskipun lukisan monet medekati realism, tetapi sangat berbeda dengan lukisan Gustave Courbet sebagai tokoh realisme.
Realisme Courbet bersifat sosialistik dengan moralitas cukup tinggi, sedangkan realism Monet adalah ”seni untuk kepentingan seni, bukan untuk apapun”. Para pelukis naturalism sering dijuluki sebagai pelukis pemandangan.



5.      Aliran Impresionisme
Apabila ada orang yang mendengar istilah impresionisme, maka asosia mereka bias any tertuju pada lukisan-lukisan yang impresif, yaitu lukisan yang agak kabur dan tidak mendetail. Claud Monet bukan tokoh impresionisme, tetapi aliran impresionisme banyak di ilhami oleh penemuan-penemuan Claud Monet dalam lukisannya.
Seorang tokoh impresionisme dari Perancis bernama Piere Auguste Renoir (1841-1919) sangat gemar melukis wanita, baik dalam kondisi berpakaian maupun tanpa busana. Lukisan  impresionisme sangat dipengaruhi oleh keadaan cuaca, karena melukis dilakukan di luar studio. Lukisan impresionisme baiasanya tidak mempunyai kontur yang jelas dan Nampak
6.      Aliran Ekspresionesme
Pada tahun 1990-an, para pelukis mulai tidak puas dengan karya yang menonjolkan bentuk-bentuk objek. Mereka mulai menggali hal-hal yang berhubungan dengan batin, sehingga munculah aliran ekspresionisme. Vincent Van Gogh (1850) adalah tokoh yang menjadi tonggak kemunculan aliran ekspresionism dan tokoh lain yang mengikuti adalah Paul Cezanne, Paul Gauguin, Emil Nolde dan di Indonesia yaitu Affandi. Ekspresionisme merupakan aliran  yang melukiskan aktualitas yang sudah didistrosikan kearah suasana kesedihan, kekerasan, ataupun tekanan batin.
7.      Aliran Fauvisme
Aliran fauvism berasal dari bahasa Perancis ‘Les Fauves’, yang artinya binatang liar. Aliran fauvisme sangat mengagumkan kebebasan berekspresi, sehingga banyak objek lukisan yang dibuat kontras dengan aslinya seprti pohon berwarna orange atau jingga dan lainnya. Lukisan fauvis betul-betul membebaskan diri dari batasan-batasan aliran sebelumnya.
Pelukis Fauvesme cenderung melukis apa yang mereka sukai tanpa memikirkan isi dan arti dari sebuah lukisan yang dibuat. Maurice De Vlaminck, merupakan tokoh fauvisme yang banyak terinspirasi oleh goresan warna Vincent Van Gogh, sampai-sampai ia berkata, ”saya lebih mencintai Van Gogh dari pada ayah saya”.
8.      Aliran Kubisme
Aliran kubisme dilatar belakangi oleh konsep Paul Cezanne yang mengatakan bahwa bentuk dasar dari segala bentuk adalah silinder, bola, dan semua bentuk yang ada di dalam dipengaruhi oleh perspektif, sehingga bidang tertuju pada satu titik tengah. Karya Picasso menjadi inspirasi kemunculan karya-karya kubisme, karena motif geometris digunakan oleh Picasso.
9.      Aliran Abstraksionisme
Aliran abstraksionisme adalah aliran yang berusaha melepeskan diri dari sensasi-sensasi atau asosiasi figurative suatu objek. Aliran abstaksionis dibedakan menjadi dua yaitu sebagai berikut :
a)      Abstrak kubistis yaitu abstrak dalam bentuk geometric murni seperti lingkaran kubus dan segi tiga. Tokoh aliran ini berasal dari Rusia yaitu Malivich (1913).
b)      Abstrak nonfigurative yaitu abstrak dalam arti seni lukis haruslah murni sebagai ungkapan perasaan, dimana garis mewakili garis, warna mewakili warna dan swebagainya. Bentuk alami ditnggalkan sama sekali. Tokohnya adalah Wassily Kindinsky dan Naum Goba.

10.  Aliran Futurisme
Aliran futurisme muncul di Itali pada tahun 1909, sebagai reaksi terhadap aliran kubisme yang dianggap dinamis penuh gerak, karena itu tema cenderung menggambarkan kesibukan-kesibukan seperti pesta arak-arakan, perang dan lain-lain. Tokoh ajaran ini adalah Marineti.
11.  Aliran Dadaisme
Aliran dadaisme merupakan pemberontak konsep dari konsep sebelumnya. Aliran ini mempunyai sikap memerdekakan diri dari hukum-hukum yang berlaku. Ciri aliran ini sinis, dan nihil dan berusaha melenyapkan ilusi. Aliran ini dilator belakangi prang dunia pertama yang tak kunjung berhenti.
12.  Aliran Surealisme
Aliran surealisme banyak dipengaruhi oleh teori analisis psikologis Sigmund Freud mengenai ketidak sadaran dalam anatonisme dan impian. Surealisme sering tampil tidak logis dan penuh fantasi, seakan-akan melukis dalam mimpi. 
D.    Apresiasi Karya Seni  Kontemporer Indonesia
Karya seni rupa kontemporer Indonesia memiliki beragam bentuk, jenis dan corak, antara lain berupa karya seni rupa dua dimensi yaitu seni lukis, grafik, batik dan lain-lain. Adapun tiga dimensi yaitu seni patung, keramik, seni instalasi, dan lain-lain. Dengan kreativitas masing-masing, para seniman Indonesia mampu menciptakan suatu karya seni rupa sebagai perwujudan ekspresi jiwanya.
Kreativitas para seniman Indonesia telah meramaikan perkembangan seni rupa di Indonesia. Munculnya berbagai karya seni rupa menyebabkan terjadinya komunikasi apresiasi untuk memahami makna yang tersirat di baik karya-karya para seniman Indonesia tersebut. Apresiasi adalah penghargaan atau penilaian. Apresiasi seni rupa adalah kegiatan dalam menilai atau memberi penghargaan terhadap karya-karya seni rupa. Apresiasi terhadap karya-karya seni rupa dapat ditunjukkan dengan sikap empati berupa ungkapan kata-kata atau tanggapan secara lisan/tertulis. Beberapa seniman mengkomunikasikan pesa-pesan melalui hasil karyanya dengan cara vulgar dan mudah dipahami, akan tetapi adapula yang mengkomunikasikan karyanya melalui simbol-simbol yang mengandung makna tertentu.
Kegiatan apresiasi dapat digolongkan menjadi tiga tingkatan, yaitu:
1.      Apresiasi simpatik adalah merasakan tingkat keindahan suatu karya berdasarkan pengamatan (kasat mata), seperti suka atau tidak suka.
2.      Apresiasi empatik/estetik adalah merasakan secara mendalam nilai estetik yang tersirat dalam suatu karya, seperti ada perasaan kagum atau terharu.
3.      Apresiasi kritis adalah apresiasi yang disertai analisis terhadap suatu karya dengan mempertimbangkan gagasan, teknik, unsur-unsur rupa, dan kaidah-kaidah komposisi seni rupa.
Pendekatan/metode dalam melakukan apresiasi karya seni rupa yaitu:
1.      Deskriptif  (paparan secara obyektif)
2.      Analitis (paparan berdasarkan kaidah-kaidah estetika)
3.      Interpretatif (paparan berdasarkan sudut pandang pengamat)
4.      Penilaian (paparan dengan pengukuran nilai)
5.      Interdisiplin (berbagai disiplin keilmuan)



BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa Seni Kontemporer adalah salah satu cabang seni yang terpengaruh dampak modernisasi. Kontemporer itu artinya kekinian, modern atau lebih tepatnya adalah sesuatu yang sama dengan kondisi waktu yang sama atau saat ini, jadi seni kontemporer adalah seni yang tidak terikat oleh aturan-aturan zaman dulu dan berkembang sesuai zaman sekarang. Menurut Yasraf Amir Piliang pengertian seni kontemporer adalah seni yang dibuat masa kini, jadi berkaitan dengan waktu.
Ciri-ciri seni kontemporer antara lain sebagai berikut:
1.      Tiadanya sekat antara  berbagai disiplin seni, alias meleburnya batas-batas antara seni lukis, patung, grafik, kriya, teater, musik, anarkis, omong kosong, hingga aksi politik.
2.      Konsep penciptaannya tetap berbasis pada sebuah filosofi, tetapi jangkauan penjabaran visualisasinya tidak terbatas.
3.      Tidak terikat pada pakem-pakem tertentu dan aturan-aturan zaman dahulu, tetapi berkembang s zaman.
4.      Mempunyai gairah dan nafsu moralistic yang brerkaitan dengan matra sosial dan politik sebagai tesis.
5.      Seni yang cenderung diminati media massa untuk dijadikan komoditas pewacanaan sebagai aktualitas berita yangfashionable.
6.      Mengutamakan jenis seni media baru seperti instalasi, performance, fotografi, video, seni serat dan menerima seni kriya dan seni popular.
7.      Isu-isu yang diwacanakan seni rupa kontemporer misalnya:  jender, HAM, multikultural, budaya etnik, lingkungan hidup, buruh migran, diaspora, dan lain-lain
Aliran-aliran seni kontemporer meliputi: Aliran Neo-Klasik, Aliran Romantisme, Aliran Realisme, Aliran Naturalisme, Aliran Impresionisme, Aliran Ekspresioniosme, Aliran Fauvisme, Alifran Kubisme, Alirsan Abstraksionisme, Aliran Futurisme, Aliran Dadaisme, dan Aliran Surealisme.
Kegiatan apresiasi dapat digolongkan menjadi tiga tingkatan, yaitu:
1.      Apresiasi simpatik adalah merasakan tingkat keindahan suatu karya berdasarkan pengamatan (kasat mata), seperti suka atau tidak suka.
2.      Apresiasi empatik/estetik adalah merasakan secara mendalam nilai estetik yang tersirat dalam suatu karya, seperti ada perasaan kagum atau terharu.
3.      Apresiasi kritis adalah apresiasi yang disertai analisis terhadap suatu karya dengan mempertimbangkan gagasan, teknik, unsur-unsur rupa, dan kaidah-kaidah komposisi seni rupa.

B.     Saran
Adapun saran-saran dari penyusun adalah sebagai berikut:
1.      Marilah kita mempelajari seni agar menjadi sumber gagasan masyarakat untuk menghasilkan karya seni dan budaya yang lebih beragam.
2.      Marilah kita menjadikan seni kontemporer (seni yang berkembang seiring dengan kemajuan zaman) dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk memajukan karya seni di Indonesia .



DAFTAR PUSTAKA

Khadafi, Andi Muhammad. 2013. Seni Rupa Kontemporer, [Online]. Tersedia: http://mubtadakhabar.blogspot.co.id. [09 Februari 2016]
Anonim. 2015. Contoh Makalah Seni Rupa Kontemporer, [Online]. Tersedia: http://maiwaberbagi.blogspot.co.id. [09 Februari 2016]

Admin. 2015. Seni Kontemporer, [Online]. Tersedia: https://id.wikipedia.org. [09 Februari 2016]

Makalah - Pameran Karya Seni Rupa

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Seni adalah sebuah manefestasi kretif yang belum ada menjadi ada, dan seni merupakan ekspresi perasaan dari pikiran untuk menyalurkan gejolak perasan. Dalam situasi perasan tersebut orang dapat mengekspresikan perasaannya dalam karya seni, karena karya seni baru lahir setelah perasaan mengekspresikan ke dalam karya seni yang diperoleh dari pengalaman, atau sebaliknya. Dalam seni, perasaan harus dikuasai terlebih dahulu, harus dijadikan obyek dan harus diatur, dikelola, dan diwujudkan atau diekspresikan dalam karya seni.
Sebagaimana fenomena seni rupa tidaklah berdiri sendiri. Dengan pancaindra dari kemampuan pikiran manusia menciptakan pula sebagai sistim tanda, baik sistim tipikal yang petanda-petandanya terbangun dari obyek indrawi tertentu, maupun sistim tanda campuran yang petanda-petandanya terbangun dari campuran obyek indrawi dari pengalaman maupun eksplorasi yang dilakukan. Artinya seni rupa ada dengan bentuk-bentuk yang dapat diiterpretasikan sebagai tanda dan tanda tersebut dapat dimaknai dengan daya persepsi atau apresiasi penanda/ penikmat (apresiator), dan penonton tersebut dalam memberikan tanda dalam bentuk tersbut pada masing-masing apresiasi penanda/penikmat (apresiator) dapat berbeda.
B.     Rumusan Masalah
1.      Apa yang dimaksud dengan seni rupa?
2.      Apa yang dimaksud dengan pameran?
3.      Apa sajakah manfaat pameran karya seni rupa?
4.      Bagaimanakah tahapan persiapan pelaksanaan pameran karya seni rupa?
5.      Apa sajakah peralatan yang dibutuhkan dalam pameran?
6.      Bagaimanakah penataan karya seni rupa yang akan ditampilkan?
C.    Tujuan
1.      Untuk mengetahui pengertian seni rupa.
2.      Untuk mengetahui pengertian pameran.
3.      Untuk mengetahui manfaat pameran karya seni rupa.
4.      Untuk mengetahui tahapan persiapan pameran karya seni rupa.
5.      Untuk mengetahui peralatan-peralatan dalam pameran.
6.      Untuk mengetahui penataan karya seni rupa yang akan ditampilkan.



BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Seni Rupa
Secara sederhana, seni rupa adalah ungkapan ide atau perasaan yang estetis dan bermakna dari pembuatnya yang diwujudkan melalui media rupa yang bisa ditangka dan dirasakan dengan rabaan. Perwujuda ini merupakan hasil pengolahan konsep titik, garis, bidang, bentuk, warna, tekstur, dan gelap terang yang ditata dengan prinsip-prinsip tertentu.
Berdasarkan dimensinya, karya seni rupa dibagi dua, yaitu karya seni rupa dua dimensi yang mempunyai dua ukuran dan karya seni rupa tiga dimensi yang mempunyai tiga ukuran atau memiliki ruang. Contoh karya seni rupa dua dimensi adalah lukisan, gambar, foto, dan lain-lain.
Berdasarkan fungsinya, karya seni rupa ada yang dibuat dengan pertimbangan utama untuk memenuhi fungsi praktis atau terapan (applied art), dan ada juga yang dibuat dengan tujuan untuk dinikmati keindahan dan keunikannya saja tanpa mempertimbangkan fungsi praktisnya. Karya seni rupa dengan kategori ini disebut karya seni rupa murni. Kain Batik merupakan salah satu seni kriya.
Gambar, lukisan, dikategorikan sebagai hasil karya seni rupa dua dimensi. Disebut dua dimensi karena mempunyai ukuran panjang, lebar dan hanya dinikmati dengan satu arah pandangan, yaitu dari arah depan atau sejajar dengan bidang datar.
Beberapa jenis seni rupa dimensi antara lain sebagai berikut.
1.      Seni lukis, ialah pengembangan yang lebih lengkap dari menggambar.
2.      Seni grafis, ialah cabang seni yang menggunakan alat cetak untuk menggambar. Contoh hasil karya seni grafis adalah cetak sablon dan poster.
3.      Seni kriya yang termasuk seni dua dimensi adalah batik.
4.      Seni ilustrasi, ialah seni menggambar sebagai hasil visualisasi dari suatu tulisan untuk menerangka, menghiasi atau memudahkan pembaca memahami suatu cerita, tulisan, atau informasi tertulis lainnya. Contoh karikatur, komik.
B.     Pengertian Pameran
Pameran merupakan kegiatan yang dilakukan untuk menyampaikan ide atau gagasan perupa kepada publik melalui media karya seninya. Melalui kegiatan ini diharapkan terjadi komunikasi antara perupa yang diwakili oleh karya seninya dengan apresiator. Hal ini sejalan dengan definisi yang diberikan Galeri Nasional bahwa: “Pengertian pameran adalah suatu kegiatan penyajian karya seni rupa untuk dikomunikasikan hingga dapat diapresiasi oleh masyarakat luas.”
Penyelenggaraan pameran dalam konteks pembelajaran seni budaya bisa dilakukan baik di sekolah maupun di luar sekolah (masyarakat). Penyelenggaraan pameran di sekolah menyajikan materi pameran berupa hasil studi para siswa dari kegiatan pembelajaran kurikuler, dan kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan ini biasanya dilakukan pada akhir semester atau akhir tahun ajaran. Adapun konteks pameran dalam arti luas, di masyarakat, materi pameran yang disajikan berupa berbagai jenis karya seni rupa untuk diapresiasi oleh masyarakat luas.
Menurut jenisnya, pameran dapat digolongkan menjadi dua, yaitu sebagai berikut.
·         Pameran umum. Pameran umum adalah pameran yang diselenggarakan oleh masyarakat luas. Karena pameran ini bersifat umum, maka siapapun bisa menyelenggarakannya, misalnya seniman atau instansi.
·         Pameran khusus. Pameran khusus adalah pameran yang diselenggarakan oleh kalangan tertentu, misalnya sekolah mengadakan pameran kelas atau sekolah. Kegiatan pameran kelas atau sekolah merupakan bagian dari proses pembelajaran siswa dalam bidang pendidikan seni rupa.
C.    Manfaat Pameran Karya Seni Rupa
Tujuan dari sebuah pelaksanaan pameran secara umum adalah sebagai berikut
1.      Sebagai sarana hiburan atau rekreasi bagi kelompok pecinta seni dan masyarakat.
2.      Memberikan motivasi kepada pengunjung untuk mengambil langkah konkrit yang bermanfaat dalam berkesenian.
3.      Memupuk rasa cinta terhadap kebudayaan daerah dan pengembangan budaya nasional.
4.      Wujud dari hasil praktik seni rupa. Bila praktik dari hasil berkarya seni tidak ditunjukan kedapa orang lain atau masyarakat umum maka karya seni tersebut tidak dapat diapresiasi dan mendapatkan apresiasi alhasil karya seni tersebut hanya akan menjadi pengisi gudang belaka.
5.      Sebagai media dan sarana untuk menunjukan (to show) dan mengembangkan bakat (di bidang seni) seseorang kepada masyarakat luas, dan hal ini bisa saja membuat seseorang mendapatkan penghasilan dari bidang seni itu sendiri.
6.      Meningkatkan apresiasi seni pada generasi muda. Karena bangsa yang maju seringkali ditandai dengan besarnya apresiasi (penghargaan) mereka terhadap kehidupan seni dan budaya.
Sedangkan, tujuan pameran secara spesifik (khusus) antara lain :
1.      Apresiasi, yaitu adanya suatu kesadaran diri terhadap nilai-nilai karya seni berdasarkan pengertian tentang kedalaman suatu bentuk dan isinya.
2.      Komunikasi, yaitu adanya pengiriman atau penerimaan pesan antara dua orang atau lebih sehingga pesan yang dimaksud sampai kepada orang lain (seniman melalui karyanya).
3.      Rekreasi, yaitu suatu arena rekreasi adalah upaya membantu mengadakan dan menyelenggarakan sarana hiburan bagi masyarakat melaui karya seni,
4.      Pendidikan, yaitu Kegiatan pameran dapat memandu dalam menumbuhkan kesadaran akan nilai-nilai keindahan dan kesadaran akan kemampuan kreatifnya sehingga orang lain terpacu untuk berbuat.
5.      Prestasi, yaitu suatu hasil yang dicapai setelah mengerjakan suatu pekerjaan.
Pameran juga memiliki arti yang penting bagi siswa, yaitu sebagai kegiatan penyajian visual untuk menyampaikan ide kreatifnya kepada khalayak umum. Melalui apresiasi dari khalayak umum, karya seni yang ditampilkan akan mendapat penilaian, penghargaan, tanggapan, respon, atau kritikan sehingga dapat meningkatkan kualitas karya berikutnya. Pameran karya seni rupa tidak hanya dilakukan oleh para seniman besar saja, namun saat ini sudah banyak seniman cilik yang menampilkan karyanya lewat pameran kelas atau sekolah. Pameran kelas atau sekolah merupakan kegiatan studi untuk menampilkan hasil karya siswa.
Kegiatan pameran kelas atau sekolah sangat penting bagi siswa dan memberikan manfaat sebagai berikut :
·         Siswa mampu menunjukkan apresiasinya melalui kreativitas di bidang seni, khususnya seni rupa.
·         Meningkatkan kemampuan siswa dalam berkarya sekaligus sebagai ajang prestasi dan kompetisi di bidang seni.
·         Memperbesar rasa percaya diri siswa sehingga dapat memotivasi kreativitasnya untuk berkarya.
·         Melatih siswa berorganisasi dan bekerjasama, mengambil mufakat dengan bermusyawarah, dan menghormati pendapat orang lain.
D.    Tahapan Persiapan Pameran Karya Seni Rupa
Untuk menyelenggarakan pameran kelas atau sekolah dibutuhkan persiapan yang matang agar kegiatan pameran dapat berjalan dengan lancar. Berikut tahapan persiapan pameran kelas atau sekolah :
1.      Tahap perencanaan (persiapan awal)
Tahap perencanaan (persiapan awal) meliputi pembentukan panitia, pembuatan proposal, penyusunan jadwal, dan tempat.
a.       Pembentukan panitia
Panitia adalah kelompok orang yang ditunjuk atau dipilih untuk mengurus suatu kegiatan. Pembentukan panitia hendaknya dilakukan melalui musyawarah di tingkat kelas yang dipimpin ketua kelas dan di tingkat sekolah yang dipimpin oleh ketua OSIS. Kepanitiaan pameran di sekolah dapat disusun sebagai berikut.
·         Pelindung dijabat oleh kepala sekolah. Tugasnya sebagai penanggung jawab terlaksananya kegiatan pameran di kelas atau sekolah, baik yang menyangkut urusan ke dalam maupun ke luar.
·         Penanggung jawab dijabat oleh guru mata pelajaran Kesenian. Tugasnya memberikan arahan dan bimbingan tentang kegiatan yang akan dilakukan.
·         Ketua dijabat oleh ketua kelas atau ketua OSIS. Tugasnya mengoordinasi dan memimpin semua kegiatan yang berhubungan dengan pelaksanaan kegiatan pameran.
·         Wakil ketua dijabat oleh siswa. Tugasnya membantu ketua untuk kelancaran kegiatan pameran.
·         Sekretaris dijabat oleh siswa. Tugasnya menangani bidang administrasi.
·         Bendahara dijabat oleh siswa. Tugasnya menangani bidang keuangan.
·         Seksi-seksi dijabat oleh siswa. 
-        Seksi penyeleksi, bertugas menyeleksi karyakarya yang akan dipamerkan.
-        Seksi dekorasi, bertugas mengatur dan membuat ruang pameran menjadi lebih indah dan menarik.
-        Seksi dokumentasi, bertugas mendokumentasikan semua yang berhubungan dengan kegiatan pameran.
-        Seksi publikasi, bertugas mempublikasikan kepada masyarakat tentang pelaksanaan kegiatan pameran.
-        Seksi keamanan, bertugas menjaga keamanan selama pameran berlangsung sampai berakhirnya pameran.
-        Seksi usaha, bertugas mencari dana yang dibutuhkan, misalnya dengan mencari sponsor atau donatur.
-        Seksi perlengkapan, bertugas mempersiapkan semua perlengkapan dan alat-alat yang dibutuhkan selama pameran berlangsung. Tanggung jawab ini dimulai dari pengadaan sampai pengembalian barang.
-        Seksi konsumsi, bertugas dan bertanggung jawab berbagai hal yang berkaitan dengan konsumsi.
b.      Pembuatan proposal
Sebelum pelaksanaan kegiatan pameran kelas atau sekolah, perlu dibuatkan proposal untuk mendapat persetujuan pimpinan sekolah. Proposal kegiatan berisi tentang semua hal yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan pameran kelas atau sekolah mulai dari awal sampai akhir kegiatan.
c.       Penentuan tema
Tema merupakan pokok pikiran yang menjiwai seluruh kegiatan. Dalam menentukan tema harus disesuaikan dengan maksud dan tujuan pameran. Misalnya, “Dengan Pameran Seni Rupa Kita Tingkatkan Prestasi Belajar dan Kreativitas”. Isi tema bisa disesuaikan dengan momen hari-hari tertentu, misalnya hari-hari besar nasional.
d.      Penyusunan jadwal
Jadwal kegiatan pameran perlu disusun dengan baik dan terprogram agar pelaksanaan kegiatan dapat berjalan dengan lancar. Pada jadwal tertera hari dan tanggal, waktu, dan jenis kegiatan yang dilakukan.
e.       Tempat
Tempat pameran perlu dipersiapkan dengan baik sebelum pelaksanaan kegiatan. Syarat-syarat tempat pameran yang baik, antara lain strategis, mudah dijangkau, luas, aman, bersih, dan dekat keramaian.
2.      Tahap pengumpulan karya
Karya-karya seni yang akan dipamerkan dikumpulkan pada panitia, ketua kelas, atau guru kesenian. Hasil karya yang terkumpul perlu dikelompokkan sesuai dengan jenis karyanya, baik karya dua dimensi maupun tiga dimensi.
3.      Tahap seleksi karya
Karya yang terkumpul diseleksi kelayakannya sebelum dipamerkan. Dalam proses penyeleksian, dapat meminta pertimbangan guru kesenian, siswa yang memiliki kelebihan di bidang seni rupa, atau bisa juga melibatkan seniman, agar karya yang dipamerkan berkualitas.
4.      Tahap persiapan akhir (gladi bersih)
Sebelum pelaksanaan pameran, perlu diadakan persiapan akhir atau gladi bersih untuk mengecek kesiapan akhir panitia. Dengan gladi bersih akan dapat diketahui hal-hal yang perlu diperbaiki. Pelaksanaan gladi bersih dapat dilakukan satu hari menjelang pelaksanaan pameran.
5.      Tahap pelaksanaan pameran
Setelah semua persiapan selesai, pameran kelas atau sekolah dapat dilaksanakan sesuai jadwal yang telah dibuat. Keberhasilan suatu pameran tergantung darikesiapan dan kerjasama panitia. Jangan sampai jalannya pameran kacau karena kurangnya koordinasi yang baik.
Pada pameran sekolah, bisa disediakan pemandu pameran untuk memandu pengunjung melihat kegiatan pameran. Pemandu pameran akan memberikan penjelasan tentang karya-karya yang dipajang serta menunjukkan tempat dan posisi suatu karya. Salah satu tanda keberhasilan suatu pameran seni rupa dapat dilihat dari jumlah pengunjung. Maka tiap kelas yang mengadakan pameran dapat berusaha untuk menarik pengunjung sebanyak mungkin melalui poster dan selebaran.
E.     Peralatan dan Perlengkapan Pameran
Ketersediaan peralatan dan perlengkapan sangat diperlukan dalam penataan karya seni rupa yang hendak dipamerkan. Beberapa peralatan dan perlengkapan yang dibutuhkan dalam pameran kelas atau sekolah adalah sebagai berikut :
1.      Sketsel atau panil, digunakan untuk meletakkan karya seni dua dimensi, seperti lukisan, gambar, atau karya kerajinan hiasan.
2.      Level, digunakan untuk meletakkan karya seni tiga dimensi, seperti patung, keramik atau kriya. Bentuk level bisa bervariasi, yang penting dapat membantu penampilan karya agar lebih menarik. Level bisa dipakai untuk meletakkan satu atau beberapa karya sesuai ukuran.
3.      Meja dan kursi, digunakan untuk buku tamu dan kursi digunakan untuk para undangan pada saat acara pembukaan pameran.
4.      Tata lampu atau pencahayaan, penataan pencahayaan perlu ditata sedemikian rupa agar berfungsi sebaikbaiknya demi penerangan terhadap karya yang dipamerkan. Tingkat pencahayaan dilakukan sewajarnya, tidak terlalu terang dan atau terlalu redup. Pencahayaan terutama diarahkan ke karya yang dipamerkan, bukan ke arah pengunjung. Arah pencahayaanyang tepat juga sangat membantu keindahan karya.
5.      Dekorasi ruangan, dibuat untuk mempercantik ruangan pameran, terlebih untuk pameran yang diadakan di dalam gedung (in door).
6.      Katalog, dapat dibuat berbentuk brosur atau buku yang berisi informasi tentang materi yang ditampilkan dalam pameran. Katalog memuat kata sambutan, jenisjenis karya, data peserta pemeran beserta hasil karyanya (bisa juga diikuti foto).
7.      Brosur, digunakan untuk sarana informasi dan promosi tentang adanya kegiatan pameran yang ditulis secara singkat tetapi lengkap. Brosur berupa cetakan kertas yang umumnya terdiri atas beberapa halaman dalam bentuk lipatan. Brosur dicetak sesuai kebutuhan untuk disebarkan ke masyarakat atau lingkungan sekolah.
8.      Buku tamu atau buku kesan dan pesan, diletakkan di meja dekat pintu masuk pengunjung dan pintu keluar. Dalam buku tamu berisi kolom catatan yang diisi oleh pengunjung tentang kesan dan pesan atau kritikan terhadap pelaksanaan kegiatan pameran.
9.      Sound system, diperlukan pada saat acara pembukaan pameran dan selama acara berlangsung bila ada pemberitahuan penting yang perlu disampaikan kepada panitia ataupun pengunjung.
F.     Penataan Karya Seni Rupa
Pada penempatan karya sekaligus ruangannya. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penataan karya, yaitu sebagai berikut.
1.      Penempatan karya seni rupa hendaknya mempertimbangkan rasa aman dan nyaman bagi pengunjung.
2.      Karya dua dimensi dapat dipajang pada sketsel (panil) atau dinding.
3.      Karya tiga dimensi diletakkan di atas meja (level). Bila ukurannya terlalu besar, boleh diletakkan di lantai.
4.      Karya kerajinan tangan dapat ditempatkan di meja khusus yang telah disediakan.
5.      Penataan lampu diatur agar karya yang dipajang dapat terlihat jelas dan menarik.
Penataan karya seni rupa harus tepat sehingga dapat dinikmati secara optimal oleh pengunjung. Dengan demikian, proses apresiasi berlangsung dengan baik. Penempatan karya yang kurang tepat akan menghambat terjadinya proses apresiasi.
Pameran kelas atau sekolah merupakan kegiatan studi untuk menampilkan hasil karya siswa. Menurut jenisnya, pameran dapat digolongkan menjadi dua, yaitu pameran umum dan pameran khusus. Tahapan persiapan pameran kelas atau sekolah meliputi tahap perencanaan (persiapan awal), tahap pengumpulan karya, tahap seleksi karya, persiapan akhir (gladi bersih), dan pelaksanaan pameran. Tahap perencanaan meliputi pembentukan panitia, pembuatan proposal, penyusunan jadwal, dan tempat. Susunan kepanitiaan terdiri atas pelindung, pembimbing, ketua, wakil ketua, sekretaris, bendahara, dan seksi-seksi. Peralatan dan perlengkapan pameran terdiri atas sketsel (panil), level, tata lampu, dekorasi, katalog, brosur, buku tamu (buku kesan dan pesan), dan sound system.




BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa pameran karya seni rupa adalah suatu kegiatan penyajian suatu ungkapan ide/perasaan yang bernilai estetis dan bermakna dari pembuatnya untuk dikomunikasikan/ditampilkan hingga dapat diapresiasi oleh masyarakat luas.
Tujuan dari sebuah pelaksanaan pameran secara umum adalah sebagai sarana hiburan, motivasi, memupuk rasa cinta terhadap kebudayaan daerah dan pengembangan budaya nasional, wujud dari hasil praktik seni rupa, sebagai media dan sarana untuk menunjukan (to show) dan mengembangkan bakat (di bidang seni), serta meningkatkan apresiasi seni pada generasi muda.
Pameran kelas atau sekolah merupakan kegiatan studi untuk menampilkan hasil karya siswa. Menurut jenisnya, pameran dapat digolongkan menjadi dua, yaitu pameran umum dan pameran khusus. Tahapan persiapan pameran kelas atau sekolah meliputi tahap perencanaan (persiapan awal), tahap pengumpulan karya, tahap seleksi karya, persiapan akhir (gladi bersih), dan pelaksanaan pameran.
Ketersediaan peralatan dan perlengkapan sangat diperlukan dalam penataan karya seni rupa yang hendak dipamerkan. Beberapa peralatan dan perlengkapan yang dibutuhkan dalam pameran kelas atau sekolah adalah Sketsel atau panil, Level, Meja dan kursi, Tata lampu atau pencahayaan, Dekorasi ruangan, Katalog, Brosur, Buku tamu atau buku kesan dan pesan, dan Sound system.
Penataan karya seni rupa harus tepat sehingga dapat dinikmati secara optimal oleh pengunjung. Dengan demikian, proses apresiasi berlangsung dengan baik. Penempatan karya yang kurang tepat akan menghambat terjadinya proses apresiasi.
B.     Saran
Melaksanakan kegiatan pameran seni rupa harus dilakukan dengan perencanaan yang matang, tersusun secara sistematis dan logis. Kerja sama dan tanggung jawab dalam melaksanakan kegiatan mendukung kelancaran kegiatan pameran. Penataan ruang pameran karya seni rupa yang baik akan mendukung kegiatan apresiasi sehingga tercapai tujuan yang diharapkan. Melalui kegiatan pameran kita tidak hanya belajar mengapresiasi karya seni rupa, tetapi juga belajar untuk berdisiplin dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab, belajar untuk saling menghargai dan bekerjasama, selain itu juga belajar mengakui kekurangan dan kelemahan serta belajar untuk berkomitmen untuk berbuat lebih baik di masa yang akan datang. 

DAFTAR PUSTAKA

Ningrum, Rindy Nuristya. 2015. Makalah Pameran, [Online]. Tersedia: http://rindynuristyaningrum.blogspot.co.id. [09 Februari 2016]
Muzayyin, Moh. 2014. Pengertian Seni Rupa, [Online]. Tersedia: http://senibudayasmktap.blogspot.co.id. [09 Februari 2016]
Sajid, Fahmi. 2014. Pengertian, Tujuan, manfaat, dan Fungsi Pameran Karya Seni Rupa, [Online]. Tersedia: http://sma-senibudaya.blogspot.co.id. [09 Februari 2016]
Tugino. 2015. Pameran Karya Seni Rupa, [Online]. Tersedia: http://mastugino.blogspot.co.id. [09 Februari 2016]

Pradana, Lawinda Jeffry. Dkk. 2015. Makalah Pameran Seni, [Online]. Tersedia: http://lawindajeffrypradana11.blogspot.co.id. [09 Februari 2016]